Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

PARAH BANGET ! Anggota Pansus Angket KPK Ini Minta Negara Untuk Tak Membenci Para Koruptor


DIKABARIN.COM - Salah satu anggota Panitia Khusus (Pansus)Hak Angket KPK Teuku Taufiqulhadi mengatakan saat ini ada sebuah paradigma baru dalam sistem hukum Indonesia terkait perlakuan terhadap terpidana, termasuk terpidana korupsi juga.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN



Menurut dirinya, saat ini terpidana telah berubah nama menjadi nama warga binaan sedangkan penjara kini dinamai dengan nama baru Lembaga Pemasyarakatan atau biasa disingkat Lapas.

Hal itu bertujuan untuk memasyarakatkan si terpidana kembali ke perilaku yang benar.

Sehingga menurut saya jangan kita memperlakukan mereka (terpidana korupsi) sama dengan Amerika memperlakukan terorisme di Guantanamo," ucapnya dalam diskusi yang digelar Perspektif Indonesia bersama Populi Center di Kawasan Menteng, Jakarta/

Taufiqulhadi yang merupakan Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem itu kembali menegaskan bahwa perilaku korupsi atau terorisme itu harus dibenci, namun bukan berarti membenci subyek yang melakukan perilaku itu.

"Terorisme memang harus kita benci, tapi perlakukan tidak manusiawi itu tidak boleh. Itu sama dengan petrus (baca: penembak misterius) nanti di Indonesia. Kita berupaya menghilangkan kriminalisme dengan baik di Indonesia, tetapi tidak boleh kita petrus-kan," demikian kata Taufiqulhadi.

Soal kunjungan dirinya ke Lapas Sukamiskin, Taufiqulhadi mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak membahas mengenai vonis kepada terpidana, namun bagaimana KPK menjalankan prosedur penyelidikan, penyidikan hingga penuntutan kepada terduga tindak pidana korupsi.

Taufiqulhadi berpendapat, mengonfirmasi atau meminta keterangan terhadap terpidana korupsi di LP Sukamiskin adalah relevan.

Karena, mereka pernah menjalani pemeriksaan ketika masih berada di KPK sebelum akhirnya dinyatakan melakukan tindak pidana.

Taufiqulhadi bilang "Misalnya gini, saya beritahukan, kami ingin tanyakan itu tidak bisa kepada Bung Ican (host) karena tidak pernah menjadi pesakitan KPK. Tidak tahu apapun. Jadi harus kita tanyakan ke sana. Jadi tidak ada hubungan apapun kita dengan maksud mereka, apakah mereka ini telah diputuskan sekian tahun kami tidak berurusan,".

Disadur dari : Tribunnews.com