close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Astaghfirullah, Kekhawatiran Rasulullah Pada Umatnya Kini Terbukti


Kekhawatiran rasulullah pada umatnya saat ini teruji: silih besar hati harta jadi trend

walaupun kita sudah mengenali kalau yang membedakan kita dan juga yang lain, tidaklah harta tetapi ketakwaan. senantiasa mencari harta jadi sesuatu lomba untuk kita – kita dikala ini. terlebih lagi kita hendak korbankan segalanya, hendak korbankan waktu pula, buat penuhi tabungan harta yang kita miliki.

seperti itu yang nabi kita amat khawatirkan. dia shallallahu alaihi wa sallam, tidaklah takut kita jadi miskin. yang dia khawatirkan merupakan kita terus berlomba buat besar hati dengan harta.

dari abu hurairah radhiyallahu anhu, nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “yang saya khawatirkan pada kamu tidaklah kemiskinan, tetapi yang kukhawatirkan merupakan silih berbangganya kamu (dengan harta). ” (hr. ahmad 2: 308. syaikh syuaib al – arnauth berkata kalau sanad hadits ini shahih setimpal ketentuan muslim)

watak manusia yang takatsur yang silih berlomba buat bermegah – megahan dalam dunia disebutkan pula dalam ayat, “bermegah – megahan telah melalaikan kalian, hingga kalian masuk ke dalam kubur. (qs. at takatsur: 1 – 2)

BACA HALAMAN 2


di era ini, bermacam jalur buat kilat kaya juga ditempuh. kesatu, terdapat yang mencari dengan jalur berutang (perbanyak kredit). terdapat yang tujuannya bukan mau penuhi kebutuhan pokoknya, tetapi sekadar menaikkan motor, menaikkan mobil, menaikkan hp. sementara itu kredit di era ini tidak lepas dari penggandaan utang, alias dikenai riba. realitas yang terjalin, utang yang kecil lama kelamaan dapat beranak jadi 10 kali lipatnya.

dari abdullah bin umar radhiyallahu anhuma, nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “barangsiapa yang mati dalam kondisi masih mempunyai hutang satu dinar ataupun satu dirham, hingga hutang tersebut hendak dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karna di situ (di akhirat) tidak terdapat lagi dinar dan juga dirham. ” (hr. ibnu majah).

dari abu hurairah radhiyallahu anhu, nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “jiwa seseorang mukmin masih tergantung dengan hutangnya sampai ia melunasinya. ” (hr. tirmidzi, nomor. 1078; ibnu majah).

Al iroqiy berkata, “urusannya masih menggantung, maksudnya tidak dapat kita katakan dia selamat ataukah sengsara hingga dilihat uhtangnya tersebut lunas ataukah tidak. ” (tuhfah al – ahwadzi, 4: 184)

harta dan juga kebanggaan hendak sirna
berbangga – bangga harta sampai – sampai membikin lalai dari ketaatan baru menyudahi kala seorang masuk ke alam kubur.

dari qotadah, dari muthorrif, dari bapaknya, dia mengatakan, “aku sempat menghadiri nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat “أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ” (begitu berbangga – bangga telah melalaikan kamu dari ketaatan) , lalu dia bersabda,
يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى – قَالَ – وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

“manusia mengatakan, “hartaku – hartaku. ” dia bersabda, “wahai manusia, apakah benar engkau mempunyai harta? bukankah yang engkau makan hendak sirna begitu aja? bukankah baju yang engkau kenakan pula hendak usang? bukankah yang engkau sedekahkan hendak lalu begitu aja? ” (hr. muslim nomor. 2958)

dari abu hurairah, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِى مَالِى إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“hamba mengatakan, “harta – hartaku. ” bukankah hartanya itu cumalah 3: yang dia makan dan juga hendak lenyap, yang dia kenakan dan juga hendak usang, yang dia beri yang sesungguhnya harta yang dia kumpulkan. harta tidak hanya itu hendak lenyap dan juga diberi pada orang – orang yang dia tinggalkan. ” (hr. muslim nomor. 2959)

dari anas bin malik, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“yang hendak mengiringi mayit (sampai ke kubur) terdapat 3. yang 2 hendak berulang, sebaliknya yang satu hendak menemaninya. yang mengiringinya tadi merupakan keluarga, harta dan juga amalnya. keluarga dan juga hartanya hendak berulang. sebaliknya yang senantiasa menemani cumalah amalnya. ” (hr. bukhari nomor. 6514 dan juga muslim nomor. 2960)

dari anas bin malik, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَتَبْقَى مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ وَالأَمَلُ

“jika manusia berposisi di umur senja, terdapat 2 perihal yang tersisa menurutnya: watak tamak dan juga banyak angan – angan. ” (hr. ahmad, 3: 115. syaikh syu’aib Al arnauth berkata kalau sanad hadits ini shahih setimpal ketentuan bukhari – muslim)

Al hafizh ibnu ‘asakir dalam tarikh dimasyq mengatakan biografi Al ahnaf bin qois –nama yang biasa kita tahu merupakan adh dhohak – , bahwasanya dia memandang dirham di genggaman tangan seorang. lalu Al ahnaf bertanya, “dirham ini kepunyaan siapa? ” “milik saya”, jawabnya. Al ahnaf mengatakan, “harta tersebut jadi milikmu bila engkau menginfakkannya buat mengharap pahala ataupun dalam rangka bersyukur. ” setelah itu Al ahnaf mengatakan serupa perkataan penyair,
أنتَ للمال إذا أمسكتَه … فإذا أنفقتَه فالمالُ لَكْ …

engkau hendak jadi budak harta bila engkau menahan harta tersebut,

tetapi bila engkau menginfakkannya, harta tersebut barulah jadi milikmu. (tafsir Al qur’an Al ‘azhim, 14: 443)

mengapa dikatakan harta yang disedekahkan ataupun disalurkan bagaikan nafkah seperti itu yang jadi kepunyaan kita? jawabnya, karna harta serupa inilah yang hendak kita nikmati bagaikan pahala di akhirat nanti. sebaliknya harta yang kita pakai tidak hanya tujuan itu, cumalah hendak lenyap dan juga tidak berguna di akhirat nanti.

sekali – kali lihatlah orang di bawahmu
sesuatu dikala nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat mengantarkan nasehat kepada abu dzar. abu dzar mengatakan,

أَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي

“kekasihku ialah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah 7 masalah padaku, (di antara lain) : (1) dia memerintahkanku supaya menyayangi orang miskin dan juga dekat dengan mereka, (2) dia memerintahkanku supaya memandang orang yang berposisi di bawahku (dalam permasalahan harta dan juga dunia) , pula biar saya tidak mencermati orang yang berposisi di atasku. …” (hr. ahmad, 5: 159. syaikh syu’aib Al arnauth berkata kalau hadits ini shahih)

dari abu hurairah, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“pandanglah orang yang berposisi di bawahmu (dalam permasalahan harta dan juga dunia) dan juga janganlah engkau pandang orang yang berposisi di atasmu (dalam permasalahan ini). dengan demikian, perihal itu hendak membuat kamu tidak menyepelehkan nikmat allah padamu. ” (hr. muslim nomor. 2963)

Al ghozali –rahimahullah – berkata, “setan selamanya hendak memalingkan pemikiran manusia pada orang yang berposisi di atasnya dalam permasalahan dunia. setan hendak membisik – bisikkan padanya: ‘kenapa engkau jadi kurang antusias dalam mencari dan juga mempunyai harta biar engkau mampu bergaya hidup mewah[? ]’ tetapi dalam permasalahan agama dan juga akhirat, setan hendak memalingkan mukanya kepada orang yang berposisi di bawahnya (yang jauh dari agama). setan hendak membisik – bisikkan, ‘kenapa dirimu terasa rendah dan juga hina di hadapan allah[? ]” sang fulan itu masih lebih berilmu darimu’. ” (amati faidul qodir syarh Al jaami’ ash shogir, 1/573)

kenapa mesti berbangga – bangga?
kenapa kita mesti berbangga – bangga, sebaliknya harta cumalah titipan.

kenapa kita mesti berbangga – bangga, sebaliknya harta yang berguna bila dipakai dalam kebaikan.

seluruh yang dipakai tidak hanya buat jalur kebaikan, tentu hendak lenyap dan juga percuma.

sepatutnya yang kita banggakan merupakan gimana keimanan kita, gimana ketakwaan kita di sisi allah, gimana kita dapat amanat dalam memakai harta titipan ilahi.

Al qurthubi sempat mencerahkan menimpa ayat berikut ini,
آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“berimanlah kalian kepada allah dan juga rasul – nya dan juga nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang allah telah menjadikan kalian menguasainya. hingga orang – orang yang beriman di antara kalian dan juga menafkahkan (sebagian) dari hartanya mendapatkan pahala yang besar. ” (qs. Al hadiid: 7). dia mengatakan, “hal ini menampilkan kalau harta kamu tidaklah miliki kamu pada hakikatnya. kamu cumalah berperan bagaikan wakil ataupun pengganti dari owner harta tersebut yang sesungguhnya.

oleh karna itu, manfaatkanlah peluang yang terdapat dengan sebaik – baiknya buat menggunakan harta tersebut di jalur yang benar saat sebelum harta tersebut lenyap dan juga berpindah pada orang – orang sehabis kamu. ”

lalu Al qurtubhi menutup uraian ayat tersebut, “adapun orang – orang yang beriman dan juga beramal sholih di antara kamu, kemudian mereka menginfakkan harta mereka di jalur allah, untuk mereka balasan yang besar ialah surga. ” (tafsir Al qurthubi, 17/238)

raihlah surga allah, raihlah jannah – nya. seperti itu yang mesti kita cari dan juga kita kejar.
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا

“maka berlomba – lombalah berbuat kebajikan. sebetulnya kepada allah – lah tempat kamu seluruh berulang. ” (qs. Al ma’idah: 48)

MENARIK UNTUKMUMgid

Mereka tadinya sangat miskin sampai gunakan metode ini

Penghasilan pasif untuk anak muda ($300 sehari)

Sistem ini akan membantu anda membeli hidup mewah

Bergabunglah dengan sistem penghasil-uang paling menguntungkan
Al hasan Albashri berkata,
إذا رأيت الرجل ينافسك في الدنيا فنافسه في الآخرة

“apabila engkau memandang seorang mengunggulimu dalam permasalahan dunia, hingga unggulilah ia dalam permasalahan akhirat. ”

ya allah, jauhkanlah kami dari watak sombong dan juga membanggakan diri dalam perihal harta dan juga dunia. karuniakanlah pada kami watak qona’ah, senantiasa terasa berkecukupan.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“allahumma inni as – alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (ya allah, saya memohon pada – mu petunjuk, ketakwaan, dikasih watak ‘afaf –menjauhkan diri dari perihal haram – dan juga watak ghina –hidup berkecukupan – ) (hr. muslim nomor. 2721)

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...