close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Ditanya Mana Ibunya Bocah ini Bilang Ada Didalam Tas, Saat Dibuka Semua Orang Menangis


Pada suatu pagi, seorang anak laki-laki dengan kondisi tubuhnya yang kotor membawa sebuah tas anyaman besar dan naik bus bersama seorang pria dewasa.

Anak laki-laki itu tampak seperti bekerja di lokasi konstruksi.

Di dalam bus, dia duduk di kursi kosong yang tersisa dan pria yang bersamanya berdiri di sampingnya.

Tak lama lama, seorang wanita hamil naik ke dalam bus tersebut.

Melihat ada wanita hamil, anak laki-laki itu segera berdiri dan memanggilnya.

“Bu, Anda bisa duduk di sini.”

Akan tetapi, wanita hamil itu justru melirik dengan sombong pada anak laki-laki yang kotor itu dan tetap diam.

Melihat reaksinya, anak itu dengan lembut meletakkan tasnya di lantai dan mengeluarkan selembar kertas tisu dari sakunya untuk menyeka bekas tempat duduknya tadi.

Kemudian ia berkata sambil tersenyum kepada ibu hamil itu.

BACA HALAMAN 2



“Bu, saya telah membersihkan tempat duduknya dengan bersih, tidak ada lagi kotoran yang tersisa.”

Semua orang di dalam bus seketika melihat ke arah mereka.

Wajah wanita hamil itu langsung menjadi merah karena malu.

Dia terus menunduk dan dengan enggan masih tetap tak mau duduk di kursi itu.

Ketika anak laki-laki itu baru saja mengangkat tas tenunnya dari lantai, sopir bus mengerem kendaraannya secara tiba-tiba.

Bocah kecil itu spontan terhuyung-huyung dan hampir terjatuh, namun ia tetap memegangi tas anyamannya.

Seorang wanita tua yang baik hati yang duduk di dekat anak itu merasa kasihan padanya dan memujinya.

“Kau anak yang baik,” ujarnya.

===

Anak laki-laki itu tersenyum malu-malu dan kemudian berkata :

“Ibu, saya bukan anak yang baik.”

”Ibu saya selalu mengeluh kalau saya terlalu memperhatikan apa yang dipikirkan orang lain tentang saya.”

”Tapi sekarang saya berani, sama seperti sosok Forrest Gump.”

Ternyata ibu anak laki-laki itu adalah seorang guru di desa tempat mereka tinggal.

Sang ibu pernah mengizinkan anak itu menonton salah satu film inspirasional dan masuk dalam jajaran film paling berpengaruh di dunia, yaitu Forrest Gump.

Rupanya anak itu telah belajar sebuah pelajaran berharga dari film tersebut.

Bahwa dia harus berhenti memperhatikan apa yang dipikirkan orang lain tentang dia dan berani membuat jalannya sendiri.



(IST)

===

Wanita tua itu terus bertanya.

“Di mana ibumu?”

Saat itulah, mata anak laki-laki itu menjadi merah dan berair.

Dia berkata :

“Ibu saya ada di dalam tas.”

Wanita tua itu kaget dan orang-orang lain di dalam bus mulai merasa tidak nyaman.

Pria yang sedari tadi berdiri di samping anak laki-laki ini akhirnya memecah kebisuan dan berkata :

“Saya adalah pamannya.”

”Ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu karena sakit, dan sejak saat itu ibunya membesarkan dirinya sendiri.”

”Dia adalah seorang guru di desa kami dan dihormati oleh masyarakat setempat.”

Menurut pria tersebut, agar bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak laki-lakinya, sang ibu memutuskan untuk bekerja sebagai pekerja bangunan di kota selama liburan musim panas sekolah dan pria ini selalu membawa anak laki-laki itu bersamanya setiap sang ibu bekerja.



Ketika tahun ajaran baru akan dimulai, mereka sudah berencana untuk segera kembali ke desa mereka.

Tapi sayangnya, pada hari terakhir ibunya di tempat kerja, dia tertimpa oleh sebuah batangan baja yang sangat berat dan dinyatakan meninggal dunia.

Abunya rupanya berada di sebuah guci di dalam tas anyaman yang dibawa sang anak.

Wanita tua itu tidak bisa menahan air matanya, dan dia bertanya :

“Akankah anak ini melanjutkan pendidikannya?”

Pria itu menggelengkan kepala.

Dan anak itu menjawab :

“Saya akan membaca buku di toko buku di dekat lokasi konstruksi setiap hari.”

Orang-orang lain di dalam bus sangat tersentuh oleh penderitaan anak laki-laki itu.

Banyak dari mereka ingin memberikan beberapa buku mereka di rumah kepadanya.



“Berhentilah peduli apa yang dipikirkan orang lain tentang dirimu, beranilah membuat jalanmu sendiri.”

Anak laki-laki itu melakukannya.

Dia memiliki seorang ibu pekerja keras dan bijak.

Tidak peduli betapa kaya atau miskinnya dia di masa depan, dia akan selalu memiliki keberanian untuk menjadi dirinya sendiri dan mengejar mimpinya dalam kondisi apa pun.

Banyak orang saat ini memiliki harga diri yang rendah karena mereka berasal dari latar belakang kemiskinan.

Namun ibu yang luar biasa ini tidak pernah membiarkan anak laki-lakinya merasa minder terhadap orang lain hanya karena mereka miskin dan malah membuatnya bersikap positif dan toleran terhadap penghinaan orang lain.

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...