close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Kelakuan ayah di Samarinda ini bikin polisi geleng-geleng kepala, benar-benar keterlaluan



Kasus ayah meperkosa putrinya sendiri semakin marak. Keluarga yang harusnya menjadi pelindung malah sebaliknya.

Ayah di Samarinda perkosa anaknya
Hal itu seperti kasus ayah yang memperkosa anak di Kalimantan. Dwi, seorang ayah di Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tega memperkosa putri kandungnya yang masih berusia 15 tahun.

Pelaku diceraikan istri dan divonis penjara
Alhasil, Dwi diceraikan sang istri dan divonis 15 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan oleh majelis jakim Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (2/11/2017).

“Terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah dan ditambah UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak, seperti yang dituntut jaksa penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim Edi Toto Purba.


Korban mengalami trauma hebat dan tak mau maafkan pelaku
Ia mengatakan, aspek pemberat hukuman Dwi adalah dia merusak masa depan putri yang semestinya menjadi tanggung jawabnya. Perbuatan terdakwa juga membuat putrinya sebut saja Mawar menderita traumatis dan tak mau memaafkan perilaku ayahnya.


Alasan hakim memperingan hukum bagi pelaku
Sementara aspek yang memperingan hukuman Dwi adalah yang bersangkutan mengakui dan menyesali perbuatannya tersebut. Ia juga dianggap bersikap sopan selama persidangan.

Kronologi kejadian
Kasus itu sendiri terjadi dan terbongkar pada September 2017. Saat itu, Mawar tengah tertidur bersama ibu dan adiknya di satu ranjang bersama. Namun, karena Mawar masih sering mengompol, ia memutuskan tidur di bawah ranjang tempat ibu dan adiknya pulas tertidur. Saat tidur di bawah ranjang itulah, Mawar mengakui diperkosa oleh ayahnya.


Mawar diancam ayahnya
Ketika terbangun, Dwi mengancam membunuh sang istri kalau Mawar tak mau menuruti keinginannya. Ia mengakui menyetubuhi Mawar lebih dari sekali. Namun, Dwi membantah aksinya itu bukan pemerkosaan.


Motif pelaku
“Ibunya pernah menduga dia (Mawar) pernah berhubungan badan dengan pacarnya. Karena saya curiga itu benar, saya menyetubuhinya. Itu untuk mengetes pak hakim, apa putri saya itu masih perawan atau tidak,” tutur Dwi.


9 dari 9 halaman
Pelaku menyesal
Dalam persidangan, Dwi juga mengakui sudah diceraikan istrinya saat kasus ini terbongkar.
“Saya benar-benar menyesal pak hakim,” ujarnya.

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...