close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Nahas, Kuli Batu Bernama Harismail Terlanjur Babak Belur Dikeroyok Gara-gara.....


Harismail seorang kuli batu jadi korban salah tangkap dan sudah terlanjur dikeroyok atas tuduhan pemerkosaan seorang bidan berinisial Y di Palembang.

Harismail yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli batu dituduh lakukan pemerkosaan terhadap bidan Y di Palembang.

Nasib apes ini menimpa Harismail yang baru selesai lakukan pekerjaannya sebagai kuli batu, ia dihadang oleh sekelompok orang dan dituduh lakukan pemerkosaan bidan di Palembang.

Harismail (25) mengalami luka-luka disekujur tubuh karena dikeroyok oleh sekelompok orang.

Harismail mengaku dipaksa masuk ke dalam mobil oleh pelaku pengeroyokan.

Kedua tangannya diikat dan wajahnya ditutup sehingga ia tak bisa melihat wajah dari para pelaku.

Di dalam mobil tersebut, Harismail dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.

Ia dipaksa mengaku telah memerkosa seorang bidan berinisal Y di Ogan Ilir.

Harismail menolak dan membantah hal tersebut karena ia memang tidak melakukannya.

"Saya bilang tidak, saya bantah, saya bukan pemerkosa bidan itu," kata Haris, Minggu (24/2/2019).

Lantas para pelaku memukulinya hinggak babak belur.

Beberapa fakta dari kisah apes Harismail beberapa di antaranya.


1. Harismail diculik

Harismail dihadang oleh dua mobil dan tiga motor.

Hal ini dikatakan oleh rekannya bernama Krisna Murdani (25).

Baca Juga : Dua orang Ibu Melahirkan Dalam Perjalanan ke Rumah Sakit di NTT, Sang Bidan Sampai Harus Pasang Infus di Kayu

Melihat hal itu, Krisna bertanya mau dibawa kemana temannya itu dan dibilang mau dibawa ke Polda.


2. Ditemukan di pinggir jalan

Harismail ditemukan di pinggir jalan wilayah Kecamatan Rambutan, Palembang dalam keadaan lemas dan segera dibawa ke rumah sakit oleh warga setempat.

Harismail kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dan telah mendapat perawatan intensif.


3. Kapolda Sumsel mengaku pelaku adalah anggota kepolisian

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan jika Harismail telah menjadi korban salah tangkap dan penganiayaan dari anggota kepolisian.

Pihak kepolisian sendiri masih menyelidiki bagaimana kejadian salah tangkap ini bisa terjadi.

"Saya turut prihatin dengan ada orang yang ditemukan, dalam keadaan ditutup lakban, kata dia, ditangkap oleh oknum polisi tapi kami masih selidiki," ujarnya.

Kapolda Sumsel juga mengakui bahwa hal ini adalah tanggung jawabnya.

"Keterangannya orang Polda (Sumsel), tapi tidak tahu dari satuan mana dan juga dikenal. Ini aib saya, tanggung jawab saya. Sekarang Propam juga ikut menyelidiki kasus ini," tandasnya.(*)

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...