close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Anak Buah Bu Risma Dibacok Pedagang Sayur di Pasar, Craass!



Anggota Satpol PP Kota Surabaya Tri Setia Bekti atau akrab dipanggil Subekti terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Soewandhi, Selasa malam (26/2). Warga Jalan Bagong Ginayan itu mengalami luka bacok di tangan kirinya. Pelaku pembacokan diketahui salah satu pedagang di Pasar Keputran yang terima saat ada penertiban.

Pembacokan salah satu anggota Satpol PP tersebut terjadi sekitar pukul 20.30. Saat itu, korban bersama sejumlah anggota Satpol PP lain sedang berjaga dan melakukan penertiban di pasar tersebut.

Lalu, Subekti melihat ada dua pikap yang sedang melakukan bongkar muat sayur. Padahal menurut aturan, seharusnya bongkar muat tersebut harus dilakukan pada pukul 22.00.

Mendapati hal itu, Subekti lantas menghampiri dua pengemudi pikap yang melakukan bongkar muat itu. Tujuannya untuk memeriksa identitas dan menegur mereka.

Namun teguran Subekti tak ditanggapi dengan ramah, justru pemilik sayur tersinggung dan emosi.

Antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok mulut sebelum akhirnya pelaku mengambil pisau dan disabetkan ke arah Subekti. "Korban menghindar dengan menangkis tebasan itu dengan tangan kirinya," ungkap Kani Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin.

LANJUT BACA HALAMAN 2


Abidin mengatakan akibat serangan itu, korban mengalami luka sayatan sepanjang 15 sentimeter di tangan kirinya dan akhirnya dilarikan ke RS Soewandhi. Di rumah sakit, Subekti mendapatkan tujuh jahitan.

Mengenai pelaku, Abidin sudah menyebar anggota untuk mencarinya. Timnya dibantu oleh tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah melakukan perburuan. Diduga pelaku langsung kabur usai melakukan pembacokan itu. Meski demikian anggota Satpol PP lain sempat merekam wajah pelakunya.

"Kami sudah kantongi identitasnya, tim masih mengejar pelakunya," tegasnya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menanggapi adanya PNS Satpol PP yang mengalami tindak kekerasan saat melakukan penertiban di Pasar Keputran itu.

"Niatnya menertibkan, malah pelaku menyabetkan benda tajam ke anggota Satpol PP," ujar Tri Rismaharini.

Risma memastikan kalau identitas pelaku sudah terekam. Saat ini keberadaanya pun dimonitor oleh kepolisian. "Orang itu sekarang lari luar kota," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Untuk itu, pemkot segera berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Risma meminta pengamanan dari kepolisian ketika Satpol PP melakukan giat operasi. "Kami akan meminta pengamanan kepolisian, back up patroli ini," pintanya.


Wali kota kelahiran Kediri ini memastikan Satpol PP Surabaya tetap akan menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pahlawan. Saat ini aparat di bawah naungan pemkot itu sudah mempunyai 11 pos yang tersebar di seluruh kota.

LANJUT BACA HALAMAN 3


Setiap anggota dibekali alat komunikasi handy talkie (HT) dan rompi pelindung.

"Saya pingin kota ini aman. Kemarin izinnya susah kalau Satpol PP pegang pistol. Kita bekali HT. Pakai rompi pelindung juga," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Irvan Widyanto mengungkapkan, kejadian ini disebabkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang sedang meminum-minuman keras di sekitar pasar.

“Saya sudah laporkan ke polisi , saya tegaskan itu adalah oknum (salah satu pedahang,Red) yang menganiaya anggota kami saat melakukan penertiban Selasa (26/2) kemarin,” kata Irvan.(gin/rud)

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...