close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Fakta menyedihkan dibalik penonton bayaran di televisi saat acara musik, miris...



Jika kamu sering menonton acara musik di pagi hari pasti kamu tau dong istilah "penonton bayaran" ? itu loh para pendukung yang sering ramein acara biasanya duduk lesehan atau kadang ada tempat duduk khusus, kerjanya cuma ramein acara doang.

Tapi taukah kamu kalau mereka sebenarnya....

Berikut 5 fakta penonton bayaran menurut wawancara yang dilakukan kompas.com

1. Ada yang sampai menipu orang tua

Tak pernah dibayangkan oleh An (19) ia menjadi penonton bayaran atau "penonton alay" untuk acara televisi di Jakarta.

Ia merantau dari kampung halamannya di Lampung untuk bekerja di bidang yang menurut ia dan orangtuanya layak. Ia mengaku berbohong kepada orangtuanya. Ia bilang, ia telah menjadi pegawai sebuah stasiun televisi.

Ia merasa malu dengan identitasnya sebagai "penonton alay" dan menutupi hal itu dari keluarganya.

"Aku bilangnya kemarin itu, 'Ya, Ma, aku diterima di suatu TV.' Mereka tahunya aku masuk ke televisi-televisi itu bukan penonton," ceritanya ketika berbincang dengan Kompas.com.

"Katanya ke Jakarta kerja, masa cuma jadi alay," begitu alasan An, yang takut berterus terang kepada orangtuanya.

2. Dapat pekerjaan dari iklan koran

An mengaku mulai menjadi "penonton alay" pada Januari 2016. Ia mengaku pula mendapatkan pekerjaan tersebut melalui iklan di koran.

Setelah menghubungi pihak pemasang iklan, ia langsung diterima sebagai "penonton alay" yang dikelola oleh sebuah agensi.

3. Gaji perhari 80.000

Uang sebesar Rp 80.000 per hari dikantongi oleh dara yang tinggal di kawasan Jembatan Besi, Jakarta Barat, itu.

4. Gak ada pilihan lagi
BACA HALAMAN 2


Annisa pun mengaku selalu menyisihkan sebagian uang hasil kerjanya itu untuk orangtuanya agar mereka tidak curiga.

"Gimana lagi, bohong lagi. Aku takutnya Mama kecewa," ucapnya.

Meski begitu, An tak berdiam diri dengan kondisi itu.

Ia berkisah pernah melamar kerja di sebuah perusahaan. Namun, setelah menjalani seleksi hingga tahap wawancara, ia tak bisa lanjut lagi.

"Kemarin sudah interview, tapi posisinya, KTP-ku enggak ada, aku kehilangan KTP," tuturnya.

5. tertekan dan ingin meninggalkan pekerjaan "alay" nya

Sampai sekarang An masih tetap ingin meninggalkan pekerjaannya sebagai penonton bayaran.

Ia ingin bekerja dengan kemampuan yang dimilikinya, entah pekerjaan apa.

"Jangan diterusin (jadi 'penonton alay'). Aku pengin kerja yang nyaman dan enggak ngebohongin orangtua lagi, bisa kasih uang ke orangtua," ucapnya.< /div>

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...