close
Loading...
Loading...

Khawatir Dibunuh Oleh Putranya, Raja Salman Ganti 30 Pengawalnya



Akhir Februari lalu, Raja Salman sedang berkunjung ke Mesir. Dia dikawal oleh 30 pengawal yang dipilih putranya, Pangeran Mohammed.

Namun saat sampai di Mesir, muncul desas-desus rencana pembunuhan dirinya oleh putra mahkota tersebut.

The Guardian melaporkan, terpengaruh oleh desas-desus itu, Raja Salman pun memerintahkan Kementerian Dalam Negeri, untuk menyeleksi 30 pengawal baru, yang bebas dari pengaruh Pangeran Mohammed.

Usai menyeleksi pengawal, Raja berusia 83 tahun itu, kemudian memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk menerbangkan 30 pengawal baru itu ke Mesir,

dan menyuruh 30 pengawal suruhan Pangeran Mohammed untuk kembali ke Arab.

Langkah tersebut diambil, untuk mengantisipasi kemungkinan, beberapa pengawalnya hanya tunduk pada perintah Pangeran Mohammed.

Keretakan hubungan keduanya, terlihat jelas saat Pangeran Mohammed tak tampak pada barisan pejabat yang menyambut kepulangan Raja Salman dari Mesir.

Namun, siaran pers resmi kerajaan menyebutkan, Pangeran Mohammed memang tak diundang sebagai penyambut raja di Bandara Riyadh.

Hal ini menambah spekulasi, bahwa keputusan itu dimaksudkan sebagai penghinaan terhadap Putra Mahkota.

The Guardian menyebutkan, keretakan hubungan ayah dan anak ini, sebenarnya sudah terjadi sejak pembunuhan Jamal Khashoggi mencuat.

Di mana dokumen CIA mengungkap keterlibatan putra mahkota Arab tersebut.

Laporan terbaru The Guardian pada Rabu (6/3/2019) juga menyebutkan, Raja Salman juga tidak sepakat dengan beberapa kebijakan Putra Mahkota, termasuk soal operasi Saudi di Yaman yang kini dilanda krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Kebijakan lainnya, termasuk westernisasi di Arab Saudi, seperti memasukkan bioskop, menggelar fashion show dan kehidupan modern lainnya di negeri gurun pasir itu.

Sumber: rakyatku.com

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...