close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...

Ngeri banget, cowok ini gunakan anti mainstream sebagai mahar nikah nya



Ada yang menarik dalam prosesi akad nikah pasangan Idunk Ace Pradana - Annisa Diah Siswantari di Miniatur Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Minggu pagi.

Ini karena mas kawin yang dipakai tidak lazim dari biasanya. Mas kawin yang dipakai adalah sebuah saham dengan kode SIDO, yaitu nama dagang di bursa dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk.

Jumlah saham SIDO yang diberikan oleh Idunk adalah 50 ribu lembar dengan nominal Rp 27, 75 juta (harga perlembar saham SIDO Rp 555).

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, apa yang dilakukan Idunk bisa menjadi contoh untuk pemuda agar gemar menabung dalam bentuk saham.

"Ini juga menjadi doa untuk SIDO agar semakin maju dan terus memberi keuntungan," kata Irwan.

Sementara Idunk sendiri merasa lega karena prosesi akad nikah berjalan lancar dan sakral. Keluarga besar pun ikut larut dalam kebahagiaan.

"Saya sampaikan terimakasih pula untuk kedatangan dari pihak PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di acara akad tadi," katanya.

Keputusan untuk memakai saham SIDO sebagai mas kawin ini menurut Idunk karena saham bisa dijadikan pegangan untuk masa depan.
LANJUT HALAMAN 2


Apalagi saham adalah salah satu instrumen investasi yang akan tumbuh dalam jangka panjang. Artinya, suatu saat nanti akan mendatangkan keuntungnya. Juga profitabilitas saham SIDO yang stabil, hutang perusahaan rendah dan dividen yield tinggi bisa menjadi pegangan Idunk menanam saham.

Sehingga, sangat tepat digunakan untuk ber-investasi jangka panjang. Dari ini pula Idunk mantap memilih perusahaan Sido Muncul. Terlebih saham SIDO ini yang menurut Idunk punya masa depan menjanjikan dengan kualitas pengelolaan yang mumpuni.

"Selain menguntungkan, menabung dalam bentuk saham ini bisa jadi pegangan untuk istri saya jika dia dan keluarga kami sedang dalam darurat," kata Idunk.

Sementara Annisa, sang istri merasa senang dengan mas kawin saham ini.

"Karena dari Mas Idunk yang menanam saham di SIDO ini membuat saya semakin yakin dengan dia, berarti dia sudah memikirkan bagaimana masa depan dengan menyusun planning mulai sekarang," kata Annisa. Nanik R Sunarso selaku Senior Manager PR PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengatakan jika di jaman sekarang anak muda memang punya trend menabung melalui saham.

Gencarnya sosialisasi dari Bursa Efek Indonesia ke kampus-kampus membuat kaum muda melek saham. Idunk misalnya, yang mulai mengenal saham sejak ia belajar di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 2013 lalu.

Sementara Annisa kebetulan adalah adik angkatan Idunk mulai menabung saham pada 2016 lalu. Tentunya, dalam menabung saham ini mereka tidak sembarang memilih perusahaan. Artinya, hanya perusahaan yang berpotensi provit tinggi yang akhirnya dipilih.

"PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk menjadi perusahaan yang prospektif untuk masa depan," kata Nanik.

Sido Muncul adalah perusahaan yang didirikan tahun 1951 oleh Ibu Rahmat Sulistio. Sido Muncul mulai menjadi perusahaan terbuka pada 18 Desember 2013 silam. Saat ini, Sido Muncul juga dikelola beberapa profesional dan seorang komisaris.

Perusahaan ini terus berinovasi dan berkembang. Perusahaan yang bergerak di bidang obat herbal ini kini dikelola generasi keluarga ketiga. Mereka adalah Irwan Hidayat, Sofyan Hidayat, Sigit Hartoyo, Johan Hidayat dan David Hidayat ( tribunnews.com )

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!!

Loading...