close
Loading...
Loading...

Pencari Getah di Aceh Ngaku Pernah Ketemu Suku Mante, Ternyata Begini Ciri-Cirinya!



Dalam video tersebut, pengendara motor trail sedang menyusuri hutan pedalaman Aceh tiba-tiba dikejutkan oleh sesosok manusia pendek sedang berlari sambil membawa kayu.

Makhluk tersebut kemudian dikejar, namun menghilang di balik ilalang.

Para pemotor trail kemudian mencarinya namun tak berhasil.

Manusia kerdil suku Mante rupanya bukan sosok yang asing bagi masyarakat Aceh.

Sehat (35), seorang pencarai krak alen (getah gaharu), mengaku pernah bertemu anggota suku Mante sebelum fenomena ini heboh.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com, pria asal Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara ini saat itu tengah mencari krak alen bersama temannya.

Mereka pun melihat manusia kerdil tengah mencari kerang di pinggir sungai.

“Mereka bergerombolan. Kami melihat mereka di kawasan pinggir alur (payau) sedang mencari kerang. Mereka biasa mencari makanan di pinggiran sungai atau di pinggiran alur,” kata pria yang akrab disapa Ateng ini.

Lebih lanjut, Ateng menyebut orang-orang suku Mante cenderung tertutup.

Sekalinya mereka tahu bahwa ada orang lain disekitarnya, orang-orang suku Mante akan langsung kabur.

"Mereka itu sangat lincah. Begitu mengetahui ada yang datang, langsung beramai-ramai kabur. Waktu kami lihat itu jumlahnya mungkin 20 orang lebih," jelas Ateng.

Ateng pun mendiskripsikan lebih detail soal bentuk tubuh suku Mante.

Ciri khas dari suku Mante ini memiliki telapak menyamping, tidak seperti manusia normal.

“Itu yang saya lihat. Kami bahkan menyebutnya dengan sebutan manusia kaki terbalik. Jadi mereka jalan itu agak mengangkang, dan tanpa mengenakan pakaian,” terangnya.

Veteran perang pernah bertemu suku Mante

Ciri-ciri manusia kerdil suku Mante juga dideskripsikan oleh seorang veteran perang bernama Teungku Yusuf bin Getah.

Berdasarkan penuturan sang cucu, Yuli Rahmad, Yusuf sering bertemu menusia dari suku Mante saat dirinya hendak berladang.

Sebagaimana dikutip dari Serambi Indonesia, Yusuf mengungkapkan manusia suku Mante memiliki tubuh yang kecil.

Kakinya terbalik dengan posisi bagian jari kaki di belakang sementara tumit berada di depan.

Senada dengan Ateng, Yusuf mengungkap perangai manusia suku Mante yang berlari kencang saat tahu ada orang lain di sekitarnya.

Manusia suku Mante diketahui selalu memegang senjata tangan berbahan kayu yang mirip seperti pemukul.

Yusuf mengungkapkan suku Mante memang hidup berpindah-pindah dalam hutan.

Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain sesuai dengan ketersediaan makanan

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...