close

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Kenangan Terakhir Bersama Toriq Pelajar yang Hilang di Bukit Piramid



Kepergian Toriq Rizki Maulidan menghadap Sang Khalik menyisakan luka mendalam di kalangan teman-teman karibnya. Salah satunya Pungky Pranata, salah satu teman Toriq.

Pungky sama sekali tak menyangka, kebersamaan hari itu ternyata sebagai kali terakhir dirinya bersua dengan Tooriq. Teman karibnya tersebut ditemukan tewas di Bukit Piramid, Pegunungan Argopuro lereng timur.

"Kami berempat, saya, Riski, Syafril, dan almarhum Toriq, saat itu memang naik bareng ke bukit piramid tersebut," kenang Pungky kepada sejumlah wartawan, Minggu (7/7/2019).

Diceritakan Pungky, di antara mereka berempat, hanya Syafril yang tak ikut ke puncak karena merasa tidak kuat. Begitu ada kabut tebal, ketiganya lalu turun, dan Toriq di posisi paling depan.

Tapi tak lama. Entah kenapa, Toriq mendadak berhenti. Ketiganya kemudian beristirahat sejenak. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan formasi Toriq paling belakang.

Di mata Pungky dan teman sekolah lainnya, Toriq merupakan pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul. Meski mereka sebaya, Toriq sering memberi saran dan nasihat.

"Saya senang, karena jasad karib kami ditemukan. Tapi sekaligus sedih lantaran harus berpisah selamanya. Semoga dia tenang di surga," pungkas Pungky.

Petaka bermula saat empat pelajar berusia belasan tahun tersebut naik ke Bukit Piramid, Minggu (23/6/2019) pagi. Keempatnya naik melalui Dusun Tegal Tengah, Kelurahan dan Kecamatan Curahdami.

Mereka berniat menyaksikan sunset dari bukit yang memang memiliki medan terjal dan sangat ekstrim tersebut. Namun mendadak turun kabut tebal. Keempatnya buru-buru turun.

Saat perjalaan turun, mereka terpencar. Ketika tiba sampai di perkampungan, ketiganya menunggu Tooriq, tapi tak jua muncul hingga petang. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke keluarga, lantas dilanjutkan ke polisi.

Setelah berkoordinasi, Basarnas bersama beberapa pihak lantas memulai operasi pencarian sejak Senin (24/6/2019). Lantaran tak kunjung ketemu, Basarnas menghentikan Operasi SAR pada Minggu (30/6/2019).

Pencarian tetap dilakukan oleh tim SAR Gabungan, Pencinta Alam, relawan, serta sejumlah unsur lainnya di bawah koordinasi Polsek setempat. Tepat di hari ke-13 atau Jumat (5/7/2019) mereka menemukan jasad Thoriq dalam kondisi tersangkut pepohonan di kedalaman sekitar 200 m.

Setelah melalui proses evakuasi yang sulit serta memakan waktu hampir 11 jam, serta diidentifikasi pihak medis, barulah diketahui bahwa jasad yang ditemukan tersebut adalah Toriq Rizky Maulidan.

Subscribe to receive free email updates:

BURUAN COBA !! KLIK ARTIKEL DIBAWAH INI BERUNTUNG DAPAT BONUS!!

Loading...