close

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!!

Loading...
Loading...

Khusus Suami Istri, JANGAN SEMBARANGAN !! Inilah hukum Mendes4h Saat B3rhubung4n...



perihal ini dicoba supaya kita tidak terjebak dengan dosa yang tidak dikenal karna malas maupun enggan mengenali hukum islam, tercantum ikatan suami istri.

lalu, gimana hukum mendesah ataupun bersuara pada dikala berhubungan suami – istri? berikut penjelasannya selengkapnya!

salah satu persoalan yang sering timbul seputar fikih merupakan bolehkah bersuara ataupun berdialog pada dikala berhubungan suami – istri?

dalam fikih ahlus sunnah, diperbolehkan untuk suami istri bersuara ataupun berdialog dikala berjimak. asalkan suara ataupun perkata mereka tidak terdengar oleh teman .

imam as – suyuthi dalam angkatan darat (AD) durrul mantsur mencantumkan riwayat kalau teman nabi dan juga penulis wahyu, muawiyah bin abu sufyan, sempat menjimak istrinya. seketika si istri keluarkan desahan dan juga rintihan yang penuh gairah sampai dia seorang diri malu pada suaminya.

tetapi muawiyah malah meluruskannya, ” tidak permasalahan. demi allah, yang amat menarik dari kamu merupakan desahan nafas dan juga rintihan kamu. “

ibnu abbas pula sempat ditanya tentang hukum desahan dan juga rintihan dikala jimak serupa ini. ulama – nya para teman ini menanggapi, ” bila kamu berjimak dengan istri, lakukanlah semau kamu. “

demikianlah pemikiran ahlus sunnah tentang bersuara ataupun berdialog dikala berhubungan. kalaupun terdapat di golongan ahlus sunnah yang menyarankan supaya tidak bersuara, perihal itu cuma sekadar anjuran.

tetapi komentar yang kokoh merupakan yang membolehkan. karena generasi teman nabi biasa dengan perihal semacam ini dan juga serupa kata muawiyah, desahan dan juga suara istri membikin suami lebih tertarik dan juga ikatan terus menjadi mesra.

ketentuan dalam ikatan suami – istri dalam islam
terdapat sebagian adab yang telah dianjurkan oleh islam kala suami istri mau menyalurkan hasrat berjima.

berikut adab – adab dikala jima’, bercinta ataupun berhubungan seksual di ranjang mana yang boleh dan juga mana yang haram, serupa dikutip dari rumaysho. com.

1 – ikhlaskan hasrat buat cari pahala
ialah bercinta tersebut diniatkan buat melindungi diri dari zina (selingkuh) , menciptakan generasi, dan juga mengharap pahala bagaikan wujud sedekah.

dari abu dzar radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“dalam ikatan seksual suami – istri (antara kamu) itu tercantum sedekah. ”

para teman menjawab, “kenapa hingga ikatan seksual aja dapat bernilai pahala? ”

rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi,

أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“tahukah engkau bila seorang penuhi syahwatnya pada yang haram, ia berdosa. demikian pula bila dia penuhi syahwatnya itu pada yang halal, dia menemukan pahala”. (hr. muslim, nomor. 2376)

2 – melaksanakan pemanasan dan juga cumbuan terlebih dahulu
kala jabir radhiyallahu ‘anhu menikah, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya,

« هَلْ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا. فَقُلْتُ تَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا. فَقَالَ هَلاَّ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ

“apakah engkau menikahi wanita (perawan) ataupun janda? ” “aku menikahi janda”, jawab jabir. “kenapa engkau tidak menikahi wanita aja karna engkau dapat bercumbu dengannya dan juga pula kebalikannya dia dapat bercumbu mesra denganmu? ” (hr. bukhari, nomor. 2967; muslim, nomor. 715).

3 – membaca doa saat sebelum ikatan intim
doa yang diajarkan buat dibaca merupakan: bismillah, allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.

dari ibnu ‘abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

“jika salah seseorang dari kamu (ialah suami) mau berhubungan seksual dengan istrinya, kemudian dia membaca do’a: [bismillah allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “dengan (menyebut) nama allah, ya allah jauhkanlah kami dari (kendala) setan dan juga jauhkanlah setan dari rezki yang engkau anugerahkan kepada kami”, setelah itu bila allah menakdirkan (lahirnya) anak dari ikatan seksual tersebut, hingga setan tidak hendak dapat mencelakakan anak tersebut selamanya. ” (hr. bukhari, nomor. 6388; muslim, nomor. 1434).

4 – menyetubuhi istri dari arah mana juga asalkan bukan di dubur
allah ta’ala berfirman,

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

“isteri – isterimu merupakan (serupa) tanah tempat kalian bercocok tanam, hingga datangilah tanah tempat bercocok – tanammu itu gimana aja kalian kehendaki. ” (qs. angkatan laut (AL) baqarah: 223)

imam nawawi rahimahullah mengatakan, “yang namanya ladang (tempat bercocok tanam) pada perempuan merupakan di kemaluannya ialah tempat sperma bersemai buat memperoleh generasi. ini merupakan dalil bolehnya menyetubuhi istri di kemaluannya, terserah dari arah depan, balik ataupun istri dibalikkan. ” (syarh shahih muslim, 10: 6)

5 – tidak boleh sama sekali menyetubuhi istri di dubur, apa juga keadaannya
hadits yang mendasari larangan ikatan seksual melalui dubur (seks anal) merupakan sabda rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dari teman abu hurairah radhiyallahu ‘anhu,

مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا

“benar – benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya. ” (hr. ahmad, 2: 479. syaikh syu’aib al – arnauth berkata kalau hadits tersebut hasan)

dalam hadits lainya disebutkan dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“barangsiapa yang menyetubuhi perempuan haid ataupun menyetubuhi perempuan di duburnya, hingga dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam -. ” (hr. tirmidzi, nomor. 135; ibnu majah, nomor. 639; abu daud, nomor. 3904. al – hafizh abu thahir berkata kalau hadits ini hasan)

boleh – boleh aja suami istri tidak berpakaian sampai – sampai dapat silih memandang satu dan juga lainnya
perihal ini dibolehkan karna tidak terdapat batas rambut/aurat antara suami istri. kita mampu memandang fakta perihal ini dari hadits ‘aisyah radhiyallahu ‘anha, dia mengatakan,
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ جَنَابَةٍ

“aku sempat mandi berbarengan nabi shallallahu ‘alaihi


wa sallam dari satu bejana dan juga kami berdua dalam kondisi junub” (hr. bukhari nomor. 263 dan juga muslim nomor. 321).

al – hafizh lbnu hajar angkatan laut (AL) asqalani rahimahullah mengatakan, “ad – dawudi berdalil dengan hadits ini buat melaporkan bolehnya seseorang suami memandang rambut/aurat istrinya dan juga kebalikannya. komentar ini dikuatkan dengan laporan yang diriwayatkan lbnu hibban dari jalur sulaiman bin musa bahwasanya dia ditanya tentang hukum seseorang suami memandang rambut/aurat istrinya. hingga sulaiman juga mengatakan, ‘aku sempat bertanya kepada ‘atha tentang perihal ini, dia menanggapi, ‘aku sempat menanyakan kasus ini kepada ‘aisyah hingga ‘aisyah mengantarkan hadits ini dengan maknanya’. ” (fathul bari, 1: 364).

bagaikan pendukung lagi merupakan dari ayat angkatan laut (AL) qur’an berikut, allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6)

“dan orang – orang yang melindungi kemaluannya, kecuali terhadap isteri – isteri mereka ataupun hamba sahaya yang mereka miliki; hingga sebetulnya mereka dalam perihal ini tiada tercela” (qs. angkatan laut (AL) mu’minun: 5 – 6).

ibnu hazm mengatakan, “ayat ini universal, melindungi kemaluan cuma pada istri dan juga hamba sahaya berarti dibolehkan memandang, memegang dan juga bercampur dengannya. ” (angkatan laut (AL) muhalla, 10: 33)

baca pula:

anak kecil dilarang baca! bolehkah memuaskan istri dengan jari?
jangan hingga salah, sebaik – baiknya sedekah merupakan kepada orang terdekat
walaupun tersembunyi, bolehkah perempuan mengenakan gelang kaki? begini hukumnya dalam islam

istri hendaklah tidak menolak kala diajak ikatan seksual oleh suaminya
dari abu hurairah, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“jika seseorang laki – laki mengajak istrinya ke ranjang, lalu sang istri enggan memenuhinya, hingga malaikat hendak melaknatnya sampai waktu shubuh” (hr. bukhari nomor. 5193 dan juga muslim nomor. 1436).

tetapi bila istri terdapat halangan, serupa sakit ataupun kecapekan, hingga itu tercantum uzur dan juga suami wajib memaklumi perihal ini.

imam nawawi rahimahullah mengatakan, “ini merupakan dalil haramnya perempuan enggan menghadiri ranjang bila tidak terdapat uzur. tercantum haid tidaklah uzur karna suami masih dapat menikmati istri di atas kemaluannya. ” (syarh shahih muslim, 10: 7)

bila seorang tidak terencana memandang perempuan lain, lalu dia begitu takjub, hingga segeralah datangi istrinya
dari jabir bin ‘abdillah, dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya dia sempat memandang seseorang perempuan, kemudian dia menghadiri istrinya zainab yang dikala itu lagi menyamak kulit miliknya. lalu dia menyelasaikan hajatnya (dengan berjima’, ikatan seksual) , kemudian keluar mengarah para teman – temannya seraya mengatakan,
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ

“sesungguhnya perempuan tiba dalam rupa setan, dan juga berangkat dalam rupa setan. bila seseorang di antara kamu memandang seseorang perempuan yang luar biasa (tanpa terencana) , hingga sebaiknya dia menghadiri (bersetubuh dengan) istrinya, karna perihal itu hendak menolak suatu (berbentuk syahwat) yang ada pada dirinya” (hr. muslim nomor. 1403)

para ulama mengatakan kalau rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan serupa ini bagaikan uraian untuk para teman menimpa apa yang mesti mereka jalani dalam kondisi demikian (ialah kala memandang perempuan yang tidak halal, pen).

dia mencontohkan dengan perbuatan dan juga perkataan sekalian. hadits ini pula menampilkan tidak kenapa mengajak istri buat ikatan seksual di siang hari ataupun waktu lain yang menyibukkan sepanjang pekerjaan yang terdapat bisa jadi ditinggalkan. karna dapat jadi pria amat besar sekali syahwatnya kala itu yang dapat jadi membahayakan tubuh, hati ataupun pemikirannya bila ditunda (amati syarh shahih muslim, 9: 179).

tidak boleh menyebarkan rahasia ikatan ranjang
dari abu sa’id angkatan laut (AL) khudri, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“sesungguhnya tercantum manusia amat kurang baik perannya di sisi allah pada hari kiamat merupakan pria yang menggauli istrinya setelah itu ia sebarkan rahasia ranjangnya. ” (hr. muslim nomor. 1437).

syaikh abu malik mengatakan, “namun bila terdapat maslahat syar’i sebagaimana yang dicoba istri nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebarkan gimana rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhubungan dengan istrinya, hingga bukanlah masalah” (shahih fiqh sunnah, 3: 189).

bila seorang tiba dari safar, hendaklah ia mengabarkan istrinya dan juga jangan tiba sembunyi – sembunyi
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوْقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمَغِيْبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ

“jika salah seseorang dari kamu tiba pada malam hari hingga janganlah dia menghadiri istrinya. (berilah laporan terlebih dulu) supaya perempuan yang ditinggal suaminya mencukur bulu – bulu kemaluannya dan juga menyisir rambutnya” (hr. bukhari nomor. 5246 dan juga muslim nomor. 715).

dari jabir bin abdillah, dia mengatakan,

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلاً يَتَخَوَّنُهُمْ أَوْ يَلْتَمِسُ عَثَرَاتِهِمْ

“rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam melarang seorang menghadiri istrinya di malam hari buat mencari – cari ketahui apakah istrinya berkhianat kepadanya ataupun buat mencari – cari kesalahannya” (hr. muslim nomor. 715).

boleh menyetubuhi perempuan dikala menyusui
dari ‘aisyah, dari judaamah binti wahb, kerabat wanita ‘ukaasyah, dia mengatakan bahwasanya dia mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ

“sungguh, semula saya mau melarang (kamu) dari perbuatan ghiilah. kemudian saya memandang bangsa romawi dan juga persia dimana mereka melaksanakan ghiilah terhadap kanak – kanak mereka. nyatanya perihal itu tidak membahayakan kanak – kanak mereka” (hr. muslim nomor. 1442).

ghiilah dapat bermakna jima dengan istri yang lagi menyusui. terdapat pula yang mengartikan istri menyusui yang lagi berbadan dua (amati syarh shahih muslim, 10: 16).

kebolehan berjima dengan istri yang lagi menyusui tentu aja dengan memandang maslahat dan juga mudhorot (bahaya) bagaikan pertimbangan.
demikianlah apa yang boleh dan juga dilarang dikala berhubungan suami – istri. mudah – mudahan menaikkan keilmuan kita terhadap hukum – hukum allah, yang mana dilarang dan juga diperbolehkan.

sampai – sampai nanti kita hendak terpelihara dari perbuatan yang mendatangkan murka allah swt.

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!!

Loading...