close

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!!

Loading...
Loading...

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan yang Dilakukan Oleh Prada DP, Sempat Nonton Televisi Saat Mutilasi Jenazah Kekasih


Motif terdakwa Prajurit Dua (Prada) DP melakukan pembunuhan dan mutilasi terhadap kekasihnya, Fera Oktaria (21), adalah kecemburuan. Di tengah aksinya, terdakwa sempat merokok dan makan jeruk.

Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana kasus tersebut yang digelar di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (1/8).

Prada DP mengajak korban untuk pergi ke Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tempat kerabatnya berada. Setiba di sana, terdakwa mengaku lupa rumah kerabatnya tersebut sehingga memutuskan untuk bermalam di salah satu penginapan.

Di penginapan tersebut, sepasang kekasih itu sempat melakukan hubungan intim dua kali. Usai melakukan hubungan intim yang pertama, Prada DP merokok yang menyulut emosi korban. Korban marah dan menampar Prada DP karena merokok, namun akhirnya DP meminta maaf dan berjanji tidak merokok lagi. Kemudian keduanya kembali berhubungan intim.

See detailPetugas memeriksa jenazah Fera yang ditemukan di sebuah penginapan. (CNN Indonesia/Hafidz_)

Setelah itu, Prada DP ingin membuktikan kecurigaannya bahwa korban memiliki kekasih lain dengan memeriksa ponsel korban. Namun, ponsel korban tidak dapat diakses karena sandi untuk membuka ponsel sudah diubah oleh korban.

"Terdakwa dan korban sempat sepakat untuk membuat sandi handphone mereka masing-masing adalah tanggal jadian mereka yakni 091914," Oditur Mayor Darwin Butar Butar saat membacakan dakwaan.

"Namun ternyata sandinya tidak sesuai dan terdakwa menanyakan korban kenapa diubah. Korban menjawab 'kamu mau enak saja berhubungan terus. Kapan kamu mau nikahi saya, sekarang saya hamil dua bulan'," imbuh dia.

DP baru merasa takut setelah korban meninggal. Dirinya pun berupaya melakukan mutilasi dan membakar jenazah korban. Ia kemudian mendapatkan gergaji di gudang penginapan.

Dia menggendong jenazah Fera ke kamar mandi dan mulai memotong lengan korban. Namun gergaji tersebut patah sebelum DP selesai memotong bagian lengan.

See detailIlustrasi pembunuhan. (Istockphoto/aradaphotography)

Tidak menyerah, DP membeli peralatan seperti tas, koper, gergaji, bensin, korek api, serta obat nyamuk dan kemudian mencoba memutilasi korban kembali.

Sebelum melanjutkan aksinya, Prada DP sempat duduk santai menonton televisi seraya merokok dan makan buah jeruk disamping jenazah korban yang sudah terbujur kaku.

Upaya kedua memutilasi korban gagal karena gergaji kembali patah. Kemudian DP mencoba memasukkan jenazah korban ke dalam koper namun tidak muat. Prada DP kemudian menghubungi seorang teman dan memberitahu dirinya membunuh Fera.

"Selanjutnya tubuh korban dimasukkan ke dalam kasur yang telah dirobek. Terdakwa membeli obat nyamuk dan menyiramkan pertalite di tubuh korban. Prada DP menyalakan obat nyamuk sedemikian rupa agar akhirnya bisa membakar tubuh korban di dalam kamar penginapan selagi terdakwa melarikan diri. Namun upaya tersebut pun gagal," kata Darwin.

Usai pembacaan dakwaan, sidang berlanjut dengan pemeriksaan 7 orang saksi. Sebanyak 6 saksi memberikan keterangannya namun 1 orang saksi yakni Lena, ibu kandung Prada DP, menolak untuk memberikan keterangan. Lena beralasan takut dan ingin meminta maaf kepada keluarga Fera atas perbuatan anaknya.

See detailIlustrasi pengadilan. (Istockphoto/simpson33)

Hakim Ketua Letnan Kolonel CHK Khazim pun menutup persidangan usai penolakan Lena. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (6/8) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tambahan.

Kasus ini bermula dari temuan wanita yang tewas dengan tangan terpotong di dalam kamar penginapan 

Subscribe to receive free email updates:

BACA ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!!

Loading...