Loading...

KLIK ARTIKEL DIBAWAH BERUNTUNG DAPAT BONUS!

Loading...
Loading...

Sukantri Bunuh Toyaman Saat Tidur Seranjang, “Dia Suami Keempat Saya”



Pembunuhan sadis menggegerkan warga Dusun Sumbermulyo, Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Toyaman (55) tewas bersimbah darah di rumahnya. Ia tewas usai dihujam istrinya, Sukantri alias Kantri (45), menggunakan alu (alat penumbuk beras).

Pembunuhan itu terjadi pada Senin (2/9) sekitar pukul 03.00. Saat itu, korban tidur seranjang dengan istri.

Menjelang Subuh, pelaku bangun mengambil alu. Ia menghantamkan alat penumbuk padi itu berulangkali ke bagian kepala korban.

Akibatnya, korban mengalami patah tulang rahang, gigi copot 2, luka 3 cm di pelipis sebelah kanan, dan tulang kepala pecah.

Setelah menghabisi sang suami, pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi.

Kepada polisi, Kantri mengaku menyesal telah membunuh suami keempatnya.

Menurut Kantri, dia melakukan hal itu karena takut dibunuh terlebih dulu oleh suaminya.

Kantri khawatir anak hasil pernikahannya dengan korban yang masih berumur 9 tahun tidak ada yang urus jika ia dibunuh oleh suaminya.

“Itu saja yang saya pikir. Saya tidak tau lagi. Ini jadi begini saya juga sangat menyesal sekali,” terang Kantri.

Kantri mengaku sudah empat kali menikah. “Dia suami keempat saya,” terang Kantri.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, motif pelaku melakukan pembunuhan itu karena sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangganya. Pelaku mengaku sering dipukuli.

Selain itu, korban juga sering pulang malam. Pelaku menghabisi korban di dalam kamarnya sendiri saat tidur seranjang.

“Motifnya karena sudah tidak tahan karena sering bertengkar. Dan juga diduga ada wanita lain. Karena itu pelaku nekat membunuh korban,” kata pria yang akrab disapa Eddwi itu.

Kapolres menyatakan pelaku bisa dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Pasal itu ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” tandas Kapolres.

Subscribe to receive free email updates:

Loading...